Dok. Progress PJD.
Adalah Sanghyang Adi Buddhå yang yang tiada tergambarkan keberadaan-Nya. Bukan merupakan personal, juga bukan merupakan non personal. Dia melampaui segalanya dan Dia adalah segalanya. Tidak terpikirkan, tergambarkan, terbayangkan. Dia adalah Sang Hidup. Dia juga dikenal sebagai Sanghyang Dharmåkåyå. Dia juga dikenal sebagai Sanghyang Påråmåśiwå. Dia adalah Kesatuan Mutlak. Yang Tiada Terbagi-bagi. Adwaityå. Dia adalah Kekosongan Mutlak yang menyimpan berbagai-bagai potensi dahsyat. Dia Śunyåtå.
Mempersempit diri-Nya dengan tujuan hendak membentuk semesta yang berisi rwåbhinedå atau dualitas. Tanpa rwåbhinedå, semesta tidak akan tercipta. Rwåbhinedå adalah syarat mutlak untuk terciptanya semesta. Harus ada kutub atas dan bawah, kanan dan kiri, tinggi dan rendah, terang dan gelap, kesadaran dan ketidaksadaran. Dalam persempitan-Nya maka muncullah Sanghyang Sangbhogåkåyå atau Sanghyang Sådåśiwå. Inilah Kesadaran Murni Ilahi. Sebagai sumber dari semua kesadaran. Bersamaan dengan munculnya Kesadaran Murni Ilahi, muncul pasangan dualitas-Nya yang dikenal sebagai Ketidaksadaran Murni atau Sanghyang Måyå. Inilah pondasi awal terciptanya semesta.
Dalam persempitan diri-Nya sebagai Kesadaran Murni Ilahi atau Sanghyang Sangbhogåkåyå atau Sanghyang Sådåśiwå, maka Dia meletakkan dasar jiwa seluruh makhluk dengan mewujud sebagai :
1. Sanghyang Bhaṭårå Akṣobhyå atau Sanghyang Bhaṭårå Īśwårå. Inilah Kesadaran Ilahi.
2. Sanghyang Bhaṭårå Rātnåsangbhåwå atau Sanghyang Bhaṭårå Brahmå. Inilah Perasaan Ilahi.
3. Sanghyang Bhaṭårå Amitåbhå atau Sanghyang Bhaṭårå Måhådewå. Inilah Pikiran Ilahi.
4. Sanghyang Bhaṭårå Amoghåsiddhi atau Sanghyang Bhaṭårå Wiṣṇu. Inilah Ingatan Ilahi.
5. Sanghyang Bhaṭårå Werocånå atau Sanghyang Bhaṭårå Śiwå. Inilah Rahasia Ilahi.
Menjadi cikal bakal Jiwa seluruh makhluk hidup. Jiwa makhluk terdiri dari :
1. Wijnyånå atau Kesadaran,
2. Wedånå atau Perasaan,
3. Sangskhårå atau Pikiran,
4. Sangjnyå atau Ingatan.
Sanghyang Bhaṭårå Īśwårå, Sanghyang Bhaṭårå Brahmå, Sanghyang Bhaṭårå Måhådewå, Sanghyang Bhaṭårå Wiṣṇu dan Sanghyang Bhaṭårå Śiwå disana berbeda dengan Dewa Īśwårå, Dewa Brahmå, Dewa Måhådewå, Dewa Wiṣṇu dan Dewa Śiwå. Yang pertama adalah murni Keilahian. Yang kedua adalah makhluk cahaya belaka.
Inilah makna dari slokå Kakawin Puruṣåḍåśåntå/Sutåsomå :
Jåwå Kawi :
Akṣobhyå tatwå kitang Īśwårå dewå dibyå
Hyang Rātnåsangbhåwå sireki Bhaṭårå Dåttå
Sanghyang Måhåmårå sirāstam ikāmitåbhå
Śryāmoghåsiddhi sirå Wiṣṇu Måhådhikårå
Terjemahan :
Hakekat Akṣobhyå adalah Īśwårå Dewa Agung
Hyang Rātnåsangbhåwå dia adalah Bhaṭårå Dåttå (Brahmå)
Sanghyang Måhåmårå (Måhådewå) tiada beda dengan Amitåbhå
Śri Amogåsiddhi dia adalah Wiṣṇu Yang Unggul.
(Kakawin Puruṣåḍåśåntå/Sutåsomå : 139 : 6)
Kedua kalinya, mempersempit diri Sanghyang Adi Buddhå melalui persempitan pertama-Nya, yaitu Sanghyang Bhaṭårå Werocånå atau Sanghyang Bhaṭårå Śiwå menjadi Daya Hidup seluruh makhluk. Sederhananya disebut Atmå atau Ruh. Dalam persempitan kedua ini muncul Sanghyang Nirmåṇåkåyå atau Sanghyang Atmikå. Menjadi cikal bakal Atmå atau Ruh seluruh makhluk hidup.
Apa yang saya tulis merupakan keilmuan warisan dari leluhur saya. Sehingga sedikit berbeda dengan pemahaman umum. Dan inilah sebenarnya dasar Śiwå Buddhå.
Pawêkas Dhanghyang Nirarthå :
Apan tiwas jugå sirang Muni Buddhå Pakṣå, yan tan wruhing Påråmåtattwå Śiwåtwå margå. Mêngkang Munindrå Sangapakṣå Śiwåtwå yogå, yan tan wruh ing Påråmåtattwå Jinatwå månḍå.
“Sebab tiada guna beliau pertapa beraliran Buddhå jika tiada memahami Kawruh Unggul Jalan Śiwå. Renggang Pertapa yang beraliran yogå Śiwå, jika tiada memahami Kawruh Unggul Lelaku Jinå (Buddhå).”
Ki Damar Shashangka
05 Pebruari 2025
Terkait
Hindu Buddha Jawa Kuno Jawabuda Jawadipa Kepercayaan Siwa Buddha
Last modified: 29 Agustus 2025